Profile & Photo Vision & Mission The History
Buku Kaset, CD, VCD Marketplace Division
All Calendar Seminar KBCT Modul Ministry CPM APC Destiny Tours & Travel
Smart News CPM Teaching KBCT Destiny Tours & Travel APC
Module Register our Teaching Module!
Apostolic Center Teaching Newsletters
About KBCT KBCT Jakarta KBCT Semarang Register Event
About CPM Register Event
About APC Register Event
Resources

Apostolic Voice
About Aposotlic Voice
Apostolic Center

Calendar

September 2010
SMTWTFS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930 
October 2010
SMTWTFS
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31 
All events...

Newsletters

News

Latest News...

Currently there is no news on this section



Newsletter – Februari 2009



Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup -- itulah yang kami tuliskan kepada kamu.

1 Yohanes 1:1

 

Pengalaman-pengalaman supranatural yang dialami oleh tokoh-tokoh di dalam Alkitab bukanlah cerita dongeng, bukan pula hanya sekedar sejarah zaman dulu, tetapi kita percaya bahwa hal-hal tersebut masih terjadi sampai hari ini.

Pengalaman rohani yang kita alami secara pribadi dari Tuhan atau intervensi ilahi pasti akan membuat kita berubah total. Ketika kita mengalami intervensi Tuhan, maka kita akan dibawa ke tingkat pengenalan akan Dia yang lebih dalam lagi. Suatu pengenalan yang bukan diajarkan oleh manusia.

Oleh karena itu, kita pun tidak mungkin akan mengalami musim Harvesting & Accelerating Now! ini tanpa kita mengalami intervensi sorga di dalam kehidupan kita yang membawa kita mengenal Tuhan bukan karena penjelasan manusia.

Kita tidak akan pernah menjadi seorang Kristen yang kuat di dalam Tuhan apabila kita hanya mengenal Dia dari penjelasan manusia semata. Ketika ada orang yang lebih pintar yang menjelaskan bahwa Yesus itu bukan Anak Allah dan dengan kefasihannya memperlihatkan berbagai fakta yang mendukung penjelasannya, maka dapat dipastikan bahwa iman kita akan goyah. Sebab itu hanya pengalaman pribadi bersama Tuhan sajalah yang dapat membuat seseorang berdiri teguh di dalam iman percayanya.

Di dalam perjalanan kekristenan kita, salah satu hal yang harus sungguh-sungguh kita pahami adalah bahwa kita tidak akan pernah bisa mengerti Tuhan dengan akal kita, karena jika Tuhan dapat dimengerti akal kita maka Dia bukanlah Allah yang Mahabesar. Dan kita harus selalu berjaga-jaga dan berhati-hati karena tanpa kita sadari pemikiran-pemikiran manusia dapat menyusup ke dalam pikiran kita dan menggoyahkan pengenalan kita akan Tuhan. Itulah sebabnya mengapa setiap kita – sebagai orang Kristen – harus mengalami intervensi ilahi di dalam kehidupan kita. Kita harus mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan.

A. W. Tozer mengatakan, “Kelemahan atau kekurangan kita di dalam pengalaman rohani dikarenakan kecenderungan kita untuk percaya tanpa konfirmasi di dalam hati kita.” Banyak orang Kristen mengenal Tuhan hanya sebatas dari pembacaan firman atau lewat khotbah-khotbah yang didengarnya dan mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa ia percaya. Ini bukanlah iman. Kita cenderung beranggapan bahwa itu semua sudah cukup dan kita merasa bahwa kita sudah mengenal Dia. Kita harus bertanya kepada diri kita sendiri, “Apakah cukup dengan membaca firman dan mendengarkan khotbah kita dapat benar-benar mengenal Tuhan?”

Lebih dari itu semua, kita harus mengenal dan mengalami perjumpaan pribadi dengan Dia secara langsung. Kita dapat mengetahui secara detail kehidupan seorang tokoh terkenal lewat buku atau otobiografinya, tetapi apakah kita mengenalnya secara pribadi?

Selanjutnya Tozer juga mengatakan, “Hal-hal yang dapat diselidiki oleh ilmu pengetahuan bukanlah hal-hal ilahi. Hal-hal ilahi tidak dapat diselidiki oleh ilmu pengetahuan.” Nah, bagaimana kita bisa mengerti hal-hal yang dari Tuhan jika ilmu pengetahuan sendiri tidak dapat menyelidikinya? Itulah sebabnya kita tidak dapat mengerti dan mengenal Tuhan hanya dengan mengandalkan otak dan kepintaran kita. Orang yang hanya mengandalkan otaknya ketika membaca Alkitab maka ia akan menganggap bahwa Alkitab hanya berisikan cerita-cerita dongeng belaka.

“Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup -- itulah yang kami tuliskan kepada kamu.” (1 Yoh. 1:1). Ada hal yang menarik yang bisa kita perhatikan di dalam ayat ini. Dikatakan “... yang telah kami dengar, yang telah kami lihat…, yang telah kami saksikan… yang telah kami raba….” berarti ada suaranya dan ada wujudnya. Yang dimaksudkan firman di dalam ayat ini adalah logos. Logos adalah firman yang tertulis, pemikiran-pemikiran yang ada di dalam hati dan perasaan Tuhan yang dinyatakan dalam rangkaian kata-kata yang memiliki makna yang dalam. Berarti firman yang tertulis ini dapat berkata-kata dan dapat kita lihat, pandang, dan raba. Kita harus ingat bahwa firman itu adalah Allah (Yoh. 1:1), oleh sebab itu kita tidak akan pernah bisa mengenal Tuhan hanya dengan mengandalkan otak dan akal kita.

“Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.” (Mat. 13:13). Apakah artinya ayat ini? Ada indera lain yang Tuhan berikan kepada kita untuk dapat menangkap dan mengerti apa yang dikatakan Tuhan. Dibutuhkan mata rohani untuk dapat melihat dan telinga rohani untuk mendengar. Dan melalui firman-Nyalah Ia menyatakan diri kepada kita dan kita mengalami pengalaman-pengalaman supranatural. Oleh karena itu, pastikanlah bahwa kita mengenal Tuhan bukan hanya sebatas lewat pembacaan firman dan mendengarkan khotbah semata-mata, tetapi kita membutuhkan intervensi ilahi.